Halaman

Rabu, 08 Februari 2012

Menghadapi Masalah


Kehidupan ini akan selalu diwarnai dengan masalah. Kemajuan teknologi berawal dari masalah. Adanya berbagai ilmu pengetahuan berawal dari masalah. Tidak peduli siapapun, dimanapun, dan kapanpun, masalah bisa saja muncul begitu saja.


Masalah akan membuat kita lebih dewasa serta membentuk kepribadian kita.
Apakah anda tergolong sebagai orang yang cenderung segera mencari cara untuk mengatasi masalah begitu masalah datang (reaktif) atau cenderung menerima masalah dan berusaha membuat solusinya (receptive) ?

Orang yang reaktif akan memandang masalah sebagai ancaman. Masalah dipandang sebagai faktor penghambat pengembangan diri dan biasanya akan menyebabkan stress. Apa yang terjadi jika anda mendadak diberi tugas berat dengan deadline dalam waktu yang dekat? Mungkin anda akan bersikap seperti ini.

Beda dengan tipe receptive, pada tipe ini, orang akan berpandangan bahwa ketika masalah muncul saat itu pula solusi datang. Tipe ini akan fokus pada solusi, bukan penyebab masalah tersebut.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika seseorang yang kita cintai marah karena masalah sepele. Pada tipe pertama, kita dapat memperburuk keadaan dengan terus bertanya kepada dia kenapa dia marah dan menganalisis penyebab kemarahannya. Bukannya fokus pada solusi, tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran yang didapat.

Pada tipe kedua, ketika kita mendapatkan kemarahan, kita akan berusaha mencari keseimbangan. Menciptakan kasih sayang merupakan cara yang bagus. Dalam keadaan demikian, kita dapat bersikap tenang, serta memusatkan perhatian untuk bersikap positif, tentu hal ini lebih meningkatkan kepribadian kita. Bagaimana tidak? Kemarahan orang yang kita cintai dapat berubah menjadi kecintaan.

So, berusahalah untuk tidak terlalu reaktif terhadap masalah. Hadapi dengan tenang, karena setiap masalah ada solusinya. Fokus pada solusi juga akan menghemat energi kita.


Salam Solusi!

Prex Prex Prex !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar