Masalah akan membuat kita lebih dewasa serta membentuk
kepribadian kita.
Apakah anda tergolong sebagai orang yang cenderung segera
mencari cara untuk mengatasi masalah begitu masalah datang (reaktif) atau
cenderung menerima masalah dan berusaha membuat solusinya (receptive) ?
Orang yang reaktif akan memandang masalah sebagai ancaman.
Masalah dipandang sebagai faktor penghambat pengembangan diri dan biasanya akan
menyebabkan stress. Apa yang terjadi jika anda mendadak diberi tugas berat
dengan deadline dalam waktu yang
dekat? Mungkin anda akan bersikap seperti ini.
Beda dengan tipe receptive, pada tipe ini, orang akan
berpandangan bahwa ketika masalah muncul saat itu pula solusi datang. Tipe ini
akan fokus pada solusi, bukan penyebab masalah tersebut.
Contoh yang paling sederhana adalah ketika seseorang yang
kita cintai marah karena masalah sepele. Pada tipe pertama, kita dapat
memperburuk keadaan dengan terus bertanya kepada dia kenapa dia marah dan
menganalisis penyebab kemarahannya. Bukannya fokus pada solusi, tetapi justru
kecemasan dan kekhawatiran yang didapat.
Pada tipe kedua, ketika kita mendapatkan kemarahan, kita
akan berusaha mencari keseimbangan. Menciptakan kasih sayang merupakan cara
yang bagus. Dalam keadaan demikian, kita dapat bersikap tenang, serta
memusatkan perhatian untuk bersikap positif, tentu hal ini lebih meningkatkan
kepribadian kita. Bagaimana tidak? Kemarahan orang yang kita cintai dapat
berubah menjadi kecintaan.
So, berusahalah untuk tidak terlalu reaktif terhadap
masalah. Hadapi dengan tenang, karena setiap masalah ada solusinya. Fokus pada
solusi juga akan menghemat energi kita.
Salam Solusi!
Prex Prex Prex !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar